Ibukota – Tidur seharusnya berubah jadi waktu tubuh beristirahat sepenuhnya. Namun, bagaimana apabila justru pada waktu tidur, tubuh mengalami kelainan yang dimaksud tanpa disadari sanggup membahayakan kesehatan? Salah satu kelainan tidur yang kerap terjadi namun kerap dianggap remeh adalah sleep apnea.
Masalah ini umumnya ditandai dengan dengkuran keras, dibangun mendadak pada waktu malam hari, atau merasa lelah sepanjang hari meskipun telah tidur cukup lama. Jika tak ditangani dengan benar, sleep apnea bisa saja menyebabkan beragam komplikasi serius, diantaranya permasalahan jantung.
Sleep apnea sendiri adalah gangguan jiwa tidur yang dimaksud menyebabkan seseorang berhenti bernapas sejenak pada waktu tidur. Hal ini bisa jadi berlangsung dikarenakan beberapa pemicu saluran pernapasan tersumbat (obstructive sleep apnea), otak tak mengirim sinyal pernapasan dengan baik (central sleep apnea), atau gabungan keduanya (mixed/complex sleep apnea). Saat napas terhenti, tubuh akan mengakibatkan refleks untuk dibangun serta kembali bernapas. Sayangnya, refleks ini justru mengganggu siklus tidur dan juga menyebabkan tidur jadi tak nyenyak.
Gejala Sleep Apnea yang tersebut jarang disadari
Mendengkur memang benar kerap dianggap sebagai tanda utama sleep apnea. Namun faktanya, tiada semua penderita sleep apnea mendengkur serta sebaliknya, tiada semua khalayak yang digunakan mendengkur mengalami kelainan ini. Ada beberapa gejala lain yang dimaksud banyak luput dari perhatian, padahal mampu berubah menjadi petunjuk penting.
1. Sering dibangun pada waktu malam hari
Penderita sleep apnea kerap dibangun secara mendadak ke di malam hari hari tanpa sebab yang jelas. Hal ini biasanya terbentuk lantaran tubuh menghentikan napas sesaat lalu memulai refleks untuk terjaga demi mengambil napas kembali.
2. Pola napas tiada normal ketika tidur
Gejalanya bisa jadi dalam bentuk napas yang digunakan tertahan sejenak, napas yang digunakan cepat berikutnya melambat, atau pola napas yang tersebut tidaklah teratur. Biasanya, warga yang dimaksud tidur bersatu penderita yang menyadari adanya jeda napas atau napas terengah-engah pada waktu tidur.
3. Sering buang air kecil dalam di malam hari hari (nocturia)
Jika dibangun dua kali atau lebih tinggi setiap waktu malam belaka untuk buang air kecil, bisa saja jadi ini bukanlah sekadar kebiasaan, melainkan salah satu tanda sleep apnea. Gangguan ini mempengaruhi sistem hormon yang tersebut mengatur produksi urin.
4. Sakit kepala pada waktu bangun tidur
Kadar oksigen yang dimaksud rendah selama tidur akibat napas yang digunakan terganggu bisa jadi membuat sakit kepala di pagi hari, khususnya ke bagian dahi atau pelipis.
5. Lelah kemudian mengantuk sepanjang hari
Meskipun terlihat tidur cukup lama, kualitas tidur yang terganggu menciptakan tubuh tidaklah benar-benar istirahat. Akibatnya, penderita akan merasa lemas, mengantuk, bahkan kesulitan fokus sepanjang hari.
Selain itu, sleep apnea juga bisa jadi menyebabkan gejala lain seperti keringat berlebih pada waktu tidur, mood swing, kecemasan, sulit konsentrasi hingga menurunnya gairah seksual. Pada anak-anak, sleep apnea bisa jadi muncul di bentuk hiperaktif atau sulit fokus pada sekolah.
Jika mengalami beberapa gejala pada melawan secara rutin, sebaiknya segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapat diagnosis kemudian penanganan yang tepat.
Artikel ini disadur dari Tidak hanya mendengkur, ini 5 gejala Sleep Apnea yang jarang disadari











